Pesan Sang Guru
Karena berbagi tidak memerlukan pamrih, publikasi dan pengakuan. Cukuplah penglihatan-Nya sebagai bukti jika amal yang dilakukan memang untuk-Nya. Imbalan terbaik adalah berasal dari Dia. Tak ada yang mampu memberikan balasan terbaik selain dari-Nya.
Bukankah ikrar itu selalu terucap, "Sesugguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya karena Allah Ta'ala"? Segala perkara yang ditujukan kepada-Nya adalah termasuk meskipun itu bernilai kecil di mata manusia lain, meskipun itu terasa lelah, jangan mengeluh. Karena seluruh anggota tubuhmu akan bersaksi di masa yang akan datang, jangan terpedaya untuk berlaku riya' atas apa yang telah dilakukan karena ia akan menjadi suatu hal yang sia-sia.
Tidak mudah memang, namun apa yang akan didapatkan telah dijamin oleh-Nya.
Sulit memang, tapi bukankah hal yang bernilai besar pantas untuk diperjuangkan?
Tidak usah cemas karena ini adalah apa yang kita coba tanam di tempat yang akan binasa sebagai bekal panen di keidupan lain yang tidak ada perhitungan yang dapat dicurangi timbangannya bahkan sedikitpun.
Maka,
Jelajahilah negrimu..
Beramalah sebaik mungkin..
Berbuat baiklah sebanyak mungkin..
Berkaryalah untuk menghapus kejahiliyahan..
Berjuanglah dalam meluaskan perintah Allah Ta'ala agar itu benar-benar menjadi Rahmatan lil 'Alamiin.. Agar keberkahan dapat dirasakan seluruh umat..
Sebuah pesan dari Sang Guru yang selalu terngiang, "Percayalah nak, selamanya tak akan kau dapati hidupmu dalam kekurangan saat kau bagikan ilmu yang kau miliki kepada orang lain. Dan Dia-lah sebaik-baik pemberi balasan".
Annisa Wulandari, 2017. The Untouchables
Palangka Raya, 23 November 2017
Bukankah ikrar itu selalu terucap, "Sesugguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya karena Allah Ta'ala"? Segala perkara yang ditujukan kepada-Nya adalah termasuk meskipun itu bernilai kecil di mata manusia lain, meskipun itu terasa lelah, jangan mengeluh. Karena seluruh anggota tubuhmu akan bersaksi di masa yang akan datang, jangan terpedaya untuk berlaku riya' atas apa yang telah dilakukan karena ia akan menjadi suatu hal yang sia-sia.
Tidak mudah memang, namun apa yang akan didapatkan telah dijamin oleh-Nya.
Sulit memang, tapi bukankah hal yang bernilai besar pantas untuk diperjuangkan?
Tidak usah cemas karena ini adalah apa yang kita coba tanam di tempat yang akan binasa sebagai bekal panen di keidupan lain yang tidak ada perhitungan yang dapat dicurangi timbangannya bahkan sedikitpun.
Maka,
Jelajahilah negrimu..
Beramalah sebaik mungkin..
Berbuat baiklah sebanyak mungkin..
Berkaryalah untuk menghapus kejahiliyahan..
Berjuanglah dalam meluaskan perintah Allah Ta'ala agar itu benar-benar menjadi Rahmatan lil 'Alamiin.. Agar keberkahan dapat dirasakan seluruh umat..
Sebuah pesan dari Sang Guru yang selalu terngiang, "Percayalah nak, selamanya tak akan kau dapati hidupmu dalam kekurangan saat kau bagikan ilmu yang kau miliki kepada orang lain. Dan Dia-lah sebaik-baik pemberi balasan".
Annisa Wulandari, 2017. The Untouchables
Palangka Raya, 23 November 2017

Komentar
Posting Komentar